GYMBALL - ALAT FITNESS PRAKTIS DAN MURAH

Nggak ada waktu untuk ke Gym, atau lagi cari Alat Fitness Murah dan Praktis ?? Sanggar senam Rani mau memperkenalkan satu alat untuk Fitness yg praktis banget yaitu Gymball - Alat Fitness Praktis dan Murah.

CARA MEMBEDAKAN TAS HERMES ASLI DAN PALSU

JIKA Anda gemar mengoleksi tas-tas premium seperti tas birkin, salah membeli tas palsu pasti akan menjadi mimpi buruk. Karena itu, penting bagi Anda untuk mengenal ciri khas tas birkin yang asli.

5 ARTIS INDONESIA DENGAN KAKI TERINDAH

Dari sekian banyak artis, banyak yang memiliki kaki indah. Namun siapakah yang pantas memiliki predikat kaki terindah? Berikut lima artis dengan kaki terindah

12 HAL YANG PRIA SUKAI DARI WANITA

TIDAK selamanya kaum adam menganggap kaum hawa menarik dari parasnya yang cantik maupun ukuran payudaranya yang di atas rata-rata. Lalu, apa ukurannya?.

RAHASIA SEKS YANG PERLU ANDA TAHU

SUDAH melakukan pemanasan seks (foreplay), namun Anda masih sulit meraih orgasme? Pakar seks memberikan jawaban untuk Anda.

Tampilkan postingan dengan label LIFESTYLE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LIFESTYLE. Tampilkan semua postingan

21 November 2011

The Officer Superstar III

Artikel sebelumnya: The Officer Superstar II

5. Teamwork

Inilah saatnya Anda memberi perhatian serius pada teknik berinteraksi di dalam tim. Si rata-rata biasanya berpendapat bahwa teamwork adalah situasi di mana ia harus bekerjasama dengan orang lain untuk sebuah proyek, dan ia harus menjalankan tugas bagiannya. Lagi-lagi sebuah pendapat yang sangat ‘rata-rata’. 


Ini sangat berbeda dengan si bintang yang memandang teamwork dengan lebih luas dan detail, serangkaian keterampilan kompleks yang melibatkan visi bersama dalam mencapai goal, komitmen, aktivitas kerja, jadwal dan prestasi sebagai tim. Kemampuan ini juga berarti memberikan kontribusi positif dalam membantu rekan kerja memecahkan masalahnya, dan membuat setiap anggota merasa ‘bagian’ dalam tim.



We are in the ‘we decade’ rather than ‘the-one-person-show’,” tegas Robert. Karena Anda berada dalam tim, maka suka tidak suka, Anda harus menguasai teamwork skill. Sebuah survey menarik menyebutkan, si bintang biasanya ahli dalam memberikan komentar substantif, kadang dicampur dengan humor, dalam interaksi kelompok. Si bintang biasanya disukai karena ia kerap memberi insight tanpa memberi kesan mengintimidasi, tapi justru memberikan ‘keceriaan segar’. Sebagai seorang fun fearless female, tentu ini tak akan jadi masalah, kan?



6. Organizational-Savvy



Ini adalah istilah untuk orang yang cerdik dalam berorganisasi. Bagi si rata-rata,organozational-savvy dianggap sebagai permainan politik kantor, sedangkan si bintang berpandangan lebih kompleks; yakni strategi yang memungkinkan dirinya menavigasi kepentingan yang bersaing, meningkatkan kerjasama, dan mengatasi konflik.



Well, hal ini memang betul-betul membutuhkan keahlian dalam mengatasi semua dinamika dalam tim dan individu di tempat kerja, mengetahui kapan harus menghindari konflik, dan kapan harus menghadapinya. Keluhan yang kerap muncul adalah, ada rekan kerja yang ‘cerdik’ saat berurusan dengan atasan. Bukannya menunjukkan kapabilitasnya, ia seolah hanya merayu, melobi dan ‘menjilat’ atasan,then...voila! Akhirnya meraih promosi. Jadi, apa yang biasa dilakukan seorangsuperstar at work?



Bangun hubungan dengan klien, atasan dan rekan kerja, bukan sebagai politik kantor belaka, melainkan lebih sungguh-sungguh dan tulus. Sadarilah etiket organisasi, seperti menjaga kesopanan dalam berkomunikasi. Ketika Anda meminta meeting mendadak dengan atasan, jangan pernah malas untuk mengatakan kalimat seperti, “Apakah Anda punya waktu sebentar?” atau “Apakah ini saat yang tepat bagi Anda?” Ini memang hal yang simpel, tapi efeknya luar biasa besar.



Dan jangan lupa, Anda harus memiliki ceruk yang membedakan Anda dengan orang lain. Ceruk ini bisa berupa sebuah keahlian atau kepakaran di satu bidang yang akan menambah value pada perusahaan.



7. Show-and-Tell



Seorang manajer di perusahaan ternama mengeluh tentang salah satu pekerjanya. “Sungguh disayangkan,” tuturnya, “Ia memiliki kepintaran dan kemampuan teknik yang mungkin hanya bisa diimpikan orang lain. Tapi ia tak dapat mengkomunikasikannya dengan baik, jadi tak ada yang menyadarinya.”



Ya, beberapa orang memang tidak bisa mengartikulasikan pandangan mereka secara persuasif, termasuk menyampaikan ide mereka pada kelompok. Ini bahayaladies, karena kemampuan show-and-tell adalah finishing dari semua poin yang telah dibahas di atas. Karena percuma saja kalau Anda punya otak cemerlang yang sarat ide brilian, kalau Anda tidak aktif memberitahu para kolega dan sang Bos. Kalau Anda menguasai kemampuan show-and-tell, kesempatan akan semakin terbuka untuk Anda meyakinkan audiens mempercayai keahlian Anda, menjual ide Anda, menjelaskan visi Anda, hingga menerima kepemimpinan Anda.



Cara melatihnya? Kuasai cocktail party chit-chat, atau sampaikan cerita humor segar Anda pada sebuah dinner party. Buat semua orang tahu siapa Anda, mengapa Anda istimewa, tanpa harus menjadi sombong dan tidak elegan. Selanjutnya, taklukkan presentasi di setiap meeting, dan jagalah agar atasan Anda tetap update atas setiap progress Anda. Ingat perkataan Woody Allen, “80% of success is showing up!” (Cosmo/wsw)


Source: Cosmopolitan Edisi Oktober 2011, Halaman 240

The Officer Superstar II

Artikel sebelumnya: The Officer Superstar 

2. Self-Management


Apa itu self-management? Si rata-rata menganggapnya sebagai skill untuk mengelola waktu dan proyek agar berjalan baik. Sedangkan si bintang berpendapat,self-management juga mencakup strategi kerja agar lebih proaktif menciptakan peluang, mengambil keputusan, hingga memastikan kinerja senantiasa tinggi dan bersemangat. See? Perhatikan bagaimana seorang bintang selalu memiliki perspektif yang lebih luas dari seorang rata-rata.


Si bintang biasanya melakukan review secara teratur terhadap produktivitasnya setiap bulan, atau setiap saat diperlukan. Ia tidak takut bereksperimen untuk membuatnya lebih produktif, dan rajin membuat to-do-list dan priority plan. Karena lebih terorganisir, pekerjaannya pun selalu selesai tepat waktu. Dan tahukah Anda kalau self-management yang baik juga berpengaruh pada kepuasan kerja? Intinya, kenali diri Anda dengan baik, kenali tipe pekerjaan yang menjadi ‘kekuatan’ Anda, dan kontrol arah karier Anda sendiri. Karena seperti kata physician dan penulis, George Sheehan (1918-1993), “Succes means having the courage, the determination, and the will to become the person you believe you were meant to be.



3. Getting The Big Picture



Si rata-rata biasanya menggunakan skill ini secara satu dimensi; yaitu melihat sesuatu hanya dari sudut pandang dirinya sendiri, dan memastikan pandangannya itu mendapat banyak dukungan. Berbeda dengan si bintang yang memandang skillini secara multidimensi. Getting the big picture adalah melihat sesuatu secara kritis, melalui kacamata banyak pihak, dari mulai klien, kompetitor, atasan, hingga rekan kerja. Dari situ, pencarian solusi pun menjadi lebih mudah dan komprehensif. Si bintang selalu berusaha memahami apa kebutuhan customer, misalnya, meskipun ia bukan berasal dari sales department. Ketika si rata-rata hanya mampu menyebutkan nama kompetitor, si bintang memiliki pengetahuan lebih jauh tentang detail produk kompetitor.



Untuk berhasil, Anda memang perlu memiliki visi. Ini mempersiapkan Anda menghadapi masalah apapun yang datang. Tapi tidak berhenti di sana saja, ya. Visi juga harus disertai dengan inisiatif, networking, dan yang terpenting, kemampuan berpikir ‘di luar kotak’.



4. Good Followership = Goos Leadership



Apa yang dipikirkan si rata-rata tentang good followership? Sebuah perilaku kerja di mana antara Anda, atasan, dan rekan kerja memiliki garis batas tegas, tak boleh membuat atasan merasa terancam, menerima perintah tanpa pertanyaan, dan berpegang teguh pada job description masing-masing. Yap, sangat kaku.



Menariknya, si bintang menganggap followership sebagai strategi untuk menjadi pemimpin yang baik di masa depan. Caranya? Semua tentu dimulai dengan self-leadership, alias tahu bagaimana memimpin dirinya sendiri, menunjukkan kapabilitasnya, dan membuat atasan merasa nyaman (bukan terancam) serta percaya untuk mendelegasikan tanggung jawab kepadanya. Ingat juga, kalau seorang star at work selalu berusaha proaktif mendukung atasan dan mengisi kekosongan yang dimiliki atasan.



Tapi yang namanya bekerja, konflik selalu saja mengintip. Maka ketika terjadi perbedaan pendapat dengan atasan, si bintang akan berusaha sekuat tenaga untuk mengekang egonya sendiri, dan memilih untuk membicarakannya secara persuasif. Merasa paling benar sendiri dan hobi mengintimidasi kolega? NOT a star quality, honey. Kalau Anda memulai karier dengan menjadi ‘murid’ yang baik, bukan tak mungkin Anda akan menjadi pemimpin yang baik di masa depan! (Cosmo/wsw)


Artikel selanjutnya: The Officer Superstar III